- a. Albuminuria
Albuminuria adalah penyakit
pada sistem ekskresi yang ditandai dengan urine penderita mengandung
albumin. Albumin merupakan protein yang bermanfaat bagi manusia karena
berfungsi untuk mencegah agar cairan tidak terlalu banyak keluar dari
darah. Penyakit ini rnenyebabkan terlalu banyak albumin yang lolos dari
saringan ginjal dan terbuang bersama urine. Penyakit ini antara lain
disebabkan oleh kekurangan protein. penyakit ginjal. dan penyakit hati.
Penyebabnya karena adanya kerusakan pada alat filtrasi. Untuk mencegah
dan mengurangi resiko terjadinya albuminuria mungkin bisa dimulai dengan
membiasakan diri minum 8 gelas sehari, walaupun sebetulnya tidak merasa
haus.Selain itu pencegahannya juga dapat dilakukan dengan tidak
mengonsumsi hanya salah satu zat gizi saja secara berlebihan (misalnya
hanya protein atau kalsium saja). Artinya makanan yang kita makan juga
haru seimbang, baik dari segi jumlah maupun kadar gizinya.
- b. Hematuria
Hematuria (kencing darah)
adalah penyakit pada sistem ekskresi yang ditandai dengan urine
penderita mengandung darah. Penyakit ini antara lain disebabkan oleh
peradangan gnjal, batu ginjal, dan kanker kandung kemih. disebabkan
adanya peradangan pada organ urinaria atau karena iritasi akibat gesekan
batu ginjal.
- c. Nefrolitiasis
Nefrolitiasis (batu ginjal)
adalah penyakit pada sistem ekskresi yang ditandai dengan adanya batu
pada ginjal. saluran ginjal, atau kandung kemih. Batu ginjal pada
umumnya mengandung garam kalsium (zat-kapur) antara lain kalsium
oksalat, kalsium fosfat, atau campurannya. Batu ginjal terbentuk karena
konsentrasi unsur-unsur tersebut dalam urine tinggi. yang dipercepat
dengan infeksi dan penyumbatan pada ureter. Penyakit ini diobati dengan
cara mengeluarkan batu ginjal. Apabila batu ginjal masih berukuran
kecil, dapat dihancurkan dengan obat-obatan. Apabila batu ginjal sudah
berukuran besar, harus dikeluarkan dengan tindakan operasi. Dengan
kemajuan ilmu dan teknologi, batu ginjal dapat dihancurkan dengan
gelombang suara yang berintensitas tinggi tanpa perlu tindakan operasi.
- Nefritis
Nefritis adalah penyakit
pada sistem ekskresi yang ditandai dengan peradangan ginjal. khususnya
nefron. Proses peradangan biasanya berasal dari glomerulus, kemudian
menyebar ke jaringan sekitarnya. Rusaknya nefron mengakibatkan urine
masuk kembali kedalam darah dan penyerapan air menjadi terganggu
sehingga timbul pembengkakan di daerah kaki. Penderita nefritis bisa
disembuhkan dengan cangkokan gijal atau cuci darah secara rutin. Cuci
darah biasanya dilakukan sampai penderita mendapatkan donor ginjal yang
memiliki kesesuaian jaringan dengan oragan penderita.
- e. Gagal Ginjal
Gagal ginjal adalah
ketidakmampuan, ginjal menjalankan fungsinya, akibatnya zat-zat yang
seharusnya dapat dikeluarkan rnelalui ginjal menjadi tertumpuk di dalam
darah. Salah satu contohnya adalah timbulnya uremia, yaitu peningkatan
kadar urea di dalam darah. Kadar urea darah yang tinggi dapat
menimbulkan keracunan dan mengakibatkan kematian. Gagal ginjal antara
lain disebabkan oleh nefritis. Penyakit ini dapat diatasi dengan dua
alternatif. Pertama melakukan dialisis ginjal (cuci darah) yang
diIakukan secara rutin. Kedua dengan transplantasi (cangkok) ginjal dari
donor. Cangkok ginjal dapat dilakukan jika ada kecocokan antara organ
donor dan jaringan penderita sehingga tidak terjadi penolakan.
- f. Diabetes Insipidus
Diabetes insipidus adalah
penyakit pada sistem ekskresi yang ditandai dengan meningkatnya jumlah
urine sampai 20-30 kali lipat karena kekurangan hormon antidiuretika
(ADFI). Penyakit ini dapat diatasi dengan pemberian ADH sintetik.
- g. Diabetes Melitus
Diabetes melitus (kencing
manis) adalah penyakit pada sistem ekskresi yang ditandai dengan kadar
glukosa darah melebihi normal karena kekurangean hormon insulin.
Kelebihan glukosa darah akan dikeluarkan bersama urine. Diabetes melitus
pada anak diatasi dengan penyuntikan insulin secara rutin. Diabetes
melitus pada orang dewasa dapat diatasi dengan mengatur diet, olahlaga.
dan pemberian obat-obatan penurun kadar glukosa darah. Keadaan yang
tidak tertolong bagian tubuh yang terkena gangren harus diamputasi.
- h. Kencing Batu
Kencing batu disebabkan
pembentukan endapan zat kapur (kalium) dalam ginjal. Endapan ini dapat
terjadi pada rongga ginjal atau dalam kantong kemih. Jika endapan
terbentuk di dalam rongga ginjal disebut batu ginjal. Jika terbentuk di
dalam kantong kemih disebut kencing batu. Baik batu ginjal maupunpun
kencing batu dapat dihilangkan dengan pembedahan (operasi), pengobatan,
atau penembakan dengan sinar laser.
- i. Glukosuria
Glukosuria adalah penyakit
yang ditandai adanya glukosa dalam urine. Penyakit tersebut sering juga
disebut penyakit gula atau kencing manis (diabetes mellitus). Kadar
glukosa dalam darah meningkat karena kekurangan hormon insulin. Nefron
tidak mampu menyerap kembali kelebihan glukosa, sehingga kelebihan
glukosa dibuang bersama urine.
Pencegahan :
- Kontrol kebiasaan makan
- Kendalikan berat badan
- Olah raga secar teratur
- Kelola faktro resiko lain (hipertensi, kadar lemak darah, dll)
- Bagi yang beresiko tinggi, periksa glukosa darah setiap tahun
v Penyakit Sistem Ekskresi Manusia pada Paru-Paru
- a. Asma
Dikenal dengan bengek yang
disebabkan oleh bronkospasme. Asma merupakan penyempitan saluran
pernapasan utama pada paru-paru. Gejala penyakit ini ditandai dengan
susah untuk bernapas atau sesak napas. Penyakit ini tidak menular dan
bersifat menurun. Kondisi lingkungan yang udaranya tidak sehat atau
telah tercemar akan memicu serangan asma.
- b. Tuberculosis (TBC)
Penyakit yang disebabkan
oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis ini menyerang paru-paru sehingga
pada bagian dalam alveolus terdapat bintil-bintil. TBC dapat
menyebabkan kematian. Sebagian besar orang yang terinfeksi oleh bakteri
tuberculosis menderita TBC tanpa mengalami gejala, hal ini disebut
latent tuberculosis. Apabila penderita latent tuberculosis tidak
menerima pengobatan maka akan berkembang manjadi active tuberculosis.
- c. Pneumonia
Sering terjadi pada
balita, penyakit ini disebabkan oleh bakteri, virus atau jamur yang
menginfeksi paru-paru khususnya di alveolus. Penyakit ini menyebabkan
oksigen susah masuk karena alveolus dipenuhi oleh cairan.
Pencegahan :
- Selalu memelihara kebersihan dan menjaga daya tahan tubuh tetap kuat dapat mencegah agar bakteri tidak mampu menembus pertahanan kesehatan tubuh.
- Biasakan untuk mencuci tangan, makan makanan bergizi berolahraga secara teratur
- Sistis
Sistis adalah gangguan
kelainan pada ginjal manusia yang berupa radang pada membran mukosa yang
menjadi pelapis kandung kemih.
- e. Emfisema
Emfisema disebabkan karena
hilangnya elastisitas alveolus. Alveolus sendiri adalah
gelembung-gelembung yang terdapat dalam paru-paru. Pada penderita
emfisema, volume paru-paru lebih besar dibandingkan dengan orang yang
sehat karena karbondioksida yang seharusnya dikeluarkan dari paru-paru
terperangkap didalamnya. Asap rokok dan kekurangan enzim
alfa-1-antitripsin adalah penyebab kehilangan elastisitas pada
paru-paru.
Pencegahan : Menghindari asap rokok adalah langkah terbaik untuk mencegah penyakit ini. Berhenti merokok juga sangat penting.
- f. Bronkitis
Penyakit bronkitis
disebabkan oleh peradangan pada bronkus (saluran yang membawa udara
menuju paru-paru). Penyebabnya bisa karena infeksi kuman, bakteri atau
virus. Penyebab lainnya adalah asap rokok, debu, atau polutan udara.
Pencegahan :
- Meningkatkan daya tahan tubuh merupakan salah satu pencegahan yang dapat dilakukan.
- Sedangkan untuk mencegah bronkitis kronik adalah dengan menghentikan
kebiasaan merokok juga menghindari asap rokok agar tidak menjadi
perokok pasif yang sangat berbahaya.
- g. Asbestosis
Adalah suatu penyakit saluran pernafasan yang di sebabkan oleh menghirup serat-serat asbes, dimana pada paru-paru terbentuk
jaringan parut yang luas. Asbestos terdiri dari serat silikat mineral
dengan komposisi kimiawi yang berbeda. Jika terhisap, serat asbes
mengendap di dalam dalam paru-paru, menyebabkan parut. Menghirup asbes
juga dapat menyebabkan penebalanpleura (selaput yang melapisi paru-paru).
Pencegahan : Asbestosis dapat dicegah dengan mengurangi kadar serat dan debu asbes di lingkungan kerja.
- h. Paru-paru hitam
Paru-paru hitam merupakan
akibat dari terhirupnya serbuk batubara dalam jangka waktu yang lama.
Merokok tidak menyebabkan meningkatnya angka kejadian paru-paru hitam,
tetapi bisa memberikan efek tambahan yang berbahaya bagi paru-paru.
Resiko menderita paru-paru hitam berhubungan dengan lamanya dan luasnya
pemaparan terhadap debu batubara. Kebanyakan pekerja yang terkena
berusia lebih dari 50 tahun. Penyakit ini ditemukan pada 6 dari 100.000
orang.
- i. Sinusitis
Sinusitis adalah infeksi dalam
rongga sinus yaitu rongga berisi udara yang letaknya dalam rongga
kepala di sekitar hidung. Infeksi atau peradangan sinus umumnya terjadi
sebagai kelanjutan infeksi hidung. Setiap kondisi dalam hidung yang
menghambat aliran keluar cairan hidung cenderung menyebabkan infeksi
dari sinus. Seperti adanya infeksi virus, bakteri atau benda asing
penyebab alergi dapat menimbulkan pembengkakan selaput lendir hidung dan
hal yang sama juga terjadi pada sinus sehingga menutup hubungan antara
sinus dan hidung. Alergen yang terhirup seperti debu, spora jamur, bulu
binatang, serbuk sari bunga, dan lain-lain menimbulkan reaksi alergi dan
pembengkakan yang dapat berpengaruh atas timbulnya serangan sinusitis.
- Pleuritis
Pleuritis adalah peradangan pada
pleura, yang merupakan, lembab berlapis ganda membran yang mengelilingi
paru-paru dan garis tulang rusuk. Kondisi ini dapat membuat napas sangat
menyakitkan. Kadang-kadang dikaitkan dengan kondisi lain yang disebut
efusi pleura, di mana kelebihan cairan mengisi daerah antara lapisan
membran itu.
- k. Kanker paru-paru
Kanker paru-paru adalah pertumbuhan
sel kanker yang tidak terkendali dalam jaringan paru. Jika dibiarkan
pertumbuhan yang abnormal ini dapat menyebar ke organ lain, baik yang
dekat dengan paru maupun yang jauh misalnya tulang, hati, atau otak.
Penyakit kanker paru-paru lebih banyak disebabkan oleh merokok (87%),
sedangkan sisanya disebabkan oleh zat asbes, radiasi, arsen, kromat,
nikel, klorometil eter, gas mustard dan pancaran oven arang bisa
menyebabkan kanker paru-paru, meskipun biasanya hanya terjadi pada
pekerja yang juga merokok. Pencegahan : Berhenti dan hindari merokok.
v Penyakit Sistem Ekskresi Manusia pada Hati
- a. Sirosis hati
Merupakan gangguan hati yang
disebabkan oleh banyaknya jaringan ikat pada hati. Sirosis hati ini
dapat terjadi karena virus hepatitis B dan C yang berkelanjutan.
Berkembangnya virus ini dapat dipicu oleh konsumsi alkohol yang
berlebihan, salah gizi, atau penyakit lain yang disebabkan oleh
tersumbatnya saluran empedu. Infeksi kronis virus hepatitis C
menyebabkan peradangan jangka panjang dalam hati yang dapat
mengakibatkan sirosis. Sekitar 1 dari 5 penderita hepatitis C kronis
mengembangkan sirosis. Tetapi hal ini biasanya terjadi setelah sekitar
20 tahun atau lebih dari infeksi awal. Penyakit ini belum dapat
disembuhkan. Sementara itu pengobatan yang dilakukan hanya berguna
mengobati komplikasi yang terjadi seperti berak darah, perut membesar,
mata kuning, serta koma hepatikum.
- b. Perlemakan hati ( Fatty Liver )
Merupakan kelainan hati akibat
adanya penimbunan lemak yang melebihi 5% dari berat hati, sehingga lemak
ini membebani lebih dari separuh jaringan hati. Perlemakan hati sering
berpotensi menjadi penyebab sirosis hati. Penyakit ini disebabkan
pengumpulan lemak yang berlebihan di dalam sel-sel hati, atau dapat
disebabkan oleh alkohol, diabetes, serta hipertensi
- c. Kolestasis dan Jaundice
Kolestasis merupakan keadaan akibat
kegagalan memproduksi dan pengeluaran empedu. Lamanya menderita
kolestasis dapat menyebabkan gagalnya penyerapan lemak dan vitamin A, D,
E, K oleh usus, juga adanya penumpukan asam empedu, bilirubin dan
kolesterol di hati. Adanya kelebihan bilirubin dalam sirkulasi darah dan
penumpukan pigmen empedu pada kulit, membran mukosa dan bola mata
disebut jaundice. Pada keadaan ini kulit penderita terlihat kuning,
warna urin menjadi lebih gelap, sedangkan faeces lebih terang.
- d. Hepatitis
Hepatitis adalah radang hati.
Penyebab penyakit hepatitis yang utama adalah serangan virus yang dapat
menular melalui makanan, minuman, jarum suntik dan transfusi darah.
Hepatitis yang disebabkan oleh virus hepatitis B lebih berbahaya
daripada hepatitis yang disebabkan oleh virus hepatitis A. Hepatitis
biasanya terjadi karena virus,
terutama salah satu dari kelima virus hepatitis, yaitu A, B, C, D atau
E. Hepatitis juga bisa terjadi karena infeksi virus lainnya, seperti mononukleosis infeksiosa, demam kuning dan infeksi sitomegalovirus. Penyebab hepatitis non-virus yang utama adalah alkohol dan obat-obatan.
Faktor - Faktor Penyebab Penyakit Hepatitis :
1. Hepatitis A yang disebabkan oleh Virus Hepatitis A (VHA)
2. Hepatitis B yang disebabkan oleh Virus Hepatitis B (VHB)
3. Hepatitis C yang disebabkan oleh Virus Hepatitis C (VHC)
Cara Pengobatan :
- Tindakan Medis
- Istirahat ditempat tidur
- Kurangi segala aktivitas
- Pola makan sehat
- Pemberian obat Antivirus
- Tindakan non Medis
- Akupunktur
- Akupresure
- Reflesiologi
- Pengobatan herbal
- e. Batu Empedu
Terbentuk padatan yang terdapat di dalam kantung / saluran empedu sehingga menghalangi perjalanan menuju usus
Cara pengobatan : Memberi obat yang mengandung asam dan garam empedu, ditembak dengan sinar laser, atau diangkat bersama kantung empedunya.
- f. Penyakit Kuning
Tingginya kadar bilirubin pada tubuh manusia. Dapat terjadi pada kulit atau bagian putih pada mata.
Cara pengobatan : Minum air putih yang banyak, dan olahraga secara teratur.
- g. Kanker Hati
Kanker hati terjadi apabila
sel kanker berkembang pada jaringan hati. Kanker hati yang banyak
terjadi adalah Hepatocellular carcinoma (HCC). HCC merupakan komplikasi
akhir yang serius dari hepatitis kronis, terutama sirosis yang terjadi
karena virus hepatitis B, C dan hemochromatosis.
Cara pengobatan : Minum rebusan tanaman sarang semut
- h. Hepatitis
Hepatitis adalah radang hati
yang umumnya disebabkan oleh virus. Penyakit ini dapat dicegah dengan
vaksin hepatitis, menjaga kebersihan lingkungan. Menghindari kontak
langsung dengan penderita hepatitis dan tidak menggunakan jarum suntik
untuk pemakaian lebih baik satu kali. Beberapa hepatitis. antara lain
hepatitis A dan B. Penderita hepatitis mengalami perubahan warna kulit
dan putih mata menjadi berwarna kuning. Urine penderita pun berwarna
kuning. Bahkan kecokelatan seperti teh.
- i. Gangren
Gangren adalah kematian
jaringan lunak yang disebabkan oleh gangguan pengaliran darah ke
jaringan tersebut. Gangren sering terjadi di tangan dan kaki karena
gangguan aliran darah. Ganggren banyak terjadi pada penderita diabetes
melitus dan aterosklerosis yang sudah lanjut. Jaringan yang terkena
mula-mula menjadi kebiruan dan terasa dingin jika disentuh. kemudian
menghitam dan berbau busuk. Untuk mengatasi infeksi diperlukan
antibiotik.
v Penyakit Sistem Ekskresi Manusia pada Kulit
- a. Kanker kulit
Kanker kulit adalah pertumbuhan sel-sel pada kulit pada taraf abnormal. Penyebab kanker kulit berbeda-beda dan tingkat keganasan kanker pun berbeda-beda. Kanker kulit paling umum terjadi pada lapisan sel skuamosa, basal dan melanosit. Kanker kulit biasanya tumbuh di epidermis (lapisan paling luar kulit), sehingga tumor
(benjolan) dapat terlihat dari luar, sehingga kanker kulit merupakan
jenis kanker yang paling mudah ditemukan gejalanya pada stadium awal.
kanker kulit juga merupakan kanker yang paling sedikit resiko
kematiannya pada penderita, ini disebabkan karena kulit jarang dapat
mencapai organ-organ vital seperti jantung, paru-paru, ginjal dan batang
otak pada manusia.
- b. Kusta
Penyakit Hansen
adalah sebuah penyakit infeksi kronis yang disebabkan oleh bakteri
Mycobacterium leprae. Penyakit ini adalah tipe penyakit granulomatosa
pada saraf tepi dan mukosa dari saluran pernapasan atas; dan lesi pada
kulit adalah tanda yang bisa diamati dari luar. Bila tidak ditangani,
kusta dapat sangat progresif, menyebabkan kerusakan pada kulit,
saraf-saraf, anggota gerak, dan mata. Tanda-tanda seseorang menderita
penyakit kusta antara lain, kulit mengalami bercak putih, merah, ada
bagian tubuh tidak berkeringat, rasa kesemutan pada anggota badan atau
bagian raut muka, dan mati rasa karena kerusakan syaraf tepi.
- c. Panu
Panau atau Pitriyasis versikolor merupakan salah satu penyakit kulit yangdisebabkan oleh jamur.
Penyakit panau ditandai oleh bercak yang terdapat pada kulit disertai
rasa gatal pada saat berkeringat. Bercak-bercak ini bisa berwarna putih,
coklat atau merah tergantung kepada warna kulit penderita. Jamur yang
menyebabkan panau adalah Candida Albicans.Panau paling banyak dijumpai pada remaja
usia belasan. Meskipun begitu panau juga bisa ditemukan pada penderita
berumur yang lebih tua atau lebih muda. Penyakit ini biasanya menyerang
kulit di daerah yang menghasilkan banyak keringat. Biasanya panau
terdapat pada bagian atas dada, lengan, leher, perut, kaki, ketiak, lipatan paha, muka dan kepala. Panau terutama ditemukan di daerah yang lembap dan dilindungi pakaian.
- d. Biang keringat
Biang keringat dapat mengenai siapa
saja; baik anak-anak, remaja, atau orang tua. Biang keringat terjadi
karena kelenjar keringat tersumbat oleh sel-sel kulit mati yang tidak
dapat terbuang secara sempurna. Keringat yang terperangkap tersebut
menyebabkan timbulnya bintik-bintik kemerahan yang disertai gatal. Daki,
debu, dan kosmetik juga dapat menyebabkan biang keringat.Orang yang
tinggal di daerah tropis yang kelembapannya tidak terlalu tinggi, akan
lebih mudah terkena biang keringat. Biasanya, anggota badan yang terkena
biang keringat yaitu daki, leher, punggung, dan dada.
Cara pencegahan : aturlah ventilasi ruangan dengan
baik. Selain itu, jangan berpakaian yang terlalu tebal dan ketat. Namun,
jika kamu sudah terlanjur terserang biang keringat, taburkan bedak di
sekitar biang keringat. Apabila bintikbintik biang keringat sudah
mengeluarkan nanah, sebaiknya segera periksakan ke dokter.
- e. Jerawat
Jerawat merupakan gangguan umum yang
bersifat kronis pada kelenjar minyak. Penyakit tersebut umumnya dialami
anakanak masa remaja. Jerawat biasanya menyerang bagian wajah, dada
atas, dan punggung. Bekas jerawat dapat menimbulkan bopeng.Pemijitan
jerawat secara tidak benar perlu kamu hindari, sebab hal tersebut dapat
menyebabkan infeksi. Cara pencegahan timbulnya jerawat yang paling mudah
yaitu makan makanan yang seimbang, cukup tidur dan olah raga, serta
rajin menjaga kebersihan kulit.
- f. Skabies
Scabies adalah penyakit kulit yang
disebabkan oleh tungau (mite) Sarcoptes scabei, yang termasuk dalam
kelas Arachnida. Tungau sarcoptesnya berukuran sangat kecil dan hanya
bisa dilihat dengan mikroskop atau bersifat mikroskopis. Penyakit ini
mudah menular dari manusia ke manusia , dari hewan ke manusia dan
sebaliknya. Scabies disebabkan oleh Sarcoptes scabiei, tungau ini
berbentuk bundar dan mempunyai empat pasang kaki . Sarcoptes betina yang
berada di lapisan kulit stratum corneum dan lucidum membuat terowongan
ke dalam lapisan kulit. Di dalam terowongan inilah Sarcoptes betina
bertelur dan dalam waktu singkat telur tersebut menetas menjadi hypopi
yakni sarcoptes muda. Akibat terowongan yang digali Sarcoptes betina dan
hypopi yang memakan sel-sel di lapisan kulit itu, penderita mengalami
rasa gatal.
- g. Biduran
Biduran/urtikala/kaligata/liman
disebabkan oleh udara dingin, alergi makanan, dan alergi bahan kimia.
Biduran ditandai dengan timbulnya bentol-bentol yang tidak beraturan dan
terasa gatal. Biduran pada dasarnya dapat disembuhkan dan lamanya tiap
orang berbeda, tergantung jenis obat yang diberikan serta menghindari
faktor penyebab timbulnya biduran.
- h. Ringworm
Adalah sejenis jamur yang
menginfeksi kulit. Infeksi ini ditandai dengan timbulnya bercak
lingkaran di kulit, terasa sangat gatal, dan menyebabkan bekas jika
sering digaruk. Lingkungan yang lembab dan hangat seperti kamar uap,
sauna, dan kolam renang adalah tempat yang paling sempurna bagi jamur
ringworm untuk berkembangbiak.
- i. Psoriasis
Adalah penyakit kulit dimana siklus
hidup sel-sel kulit sangat cepatsehingga terbentuk sisik keperakan yang
tebal dan gatal, kering bercak merah. Gejala yang ditimbulkan adalah
kulit kemerahan yang dapat terjadi di kulit kepala, sikut, punggung, dan
lutut. Penyebab pasti dari penyakit ini belum bisa ditentukan, tetapi
hasil dari banyak penelitian penyakit ini disebabkan adanya gangguan
pada sistem kekebalan tubuh (Limfosit-T).
- j. Melasma
Melasma yaitu merupakan salah satu
jenis hipermelanosis (kulit menjadi berwarna lebih gelap atau hitam)
didapat pada kulit wajah dan kadang-kadang pada leher. Penyebab dan
mekanisme terjadinya hingga kini masih belum jelas. Dapat terjadi karena
gangguan fungsi hormon, kosmetik, obat-obatan, kekurangan nutrisi
tertentu, gangguan fungsi hati, faktor genetik, serta faktor-faktor
lainnya. Sebagian besar kasus terjadi pada saat kehamilan (50-70%) atau
memakai kontrasepsi hormonal (7-29%). Gejala yang muncul biasanya
mengikuti 1 dari 3 pola di wajah yang cukup simetris, yaitu: pola
sentrofasial: meliputi pipi, dahi, bibir atas hidung dan dagu (63%),
pola malar: pada pipi dan hidung (21%), dan pola mandibular: meliputi
ramus mandibula (16%).

No comments:
Post a Comment