Warga dan mahasiswa Indonesia di Auckland, Selandia Baru, melakukan long march dari Victoria Park Market menuju Queens Wharf, Minggu 22 Juni 2014. Di pelabuhan yang menjadi salah satu ikon kota Auckland itu, mereka kemudian menyampaikan dukungan kepada capres Joko Widodo.
“Saya ingin melihat saudara-saudara saya yang miskin bisa sama-sama menikmati hasil pembangunan. Saya ingin melihat rakyat Indonesia sejahtera, hidup berkualitas, dan menghormati Bhinneka Tunggal Ika. Saya ingin perjuangan kakek-nenek kita dulu melawan penjajah tidak dihancurkan sekelompok manusia yang haus kekuasaan. Saya cinta Indonesia,” kata Syarifah Hardani, 37 tahun, mahasiswa paskasarjana Universitas Auckland.
Salah satu penggagas acara long march, Deddy Muwardi, 57 tahun, dalam rilis yang diterima VIVAnews menyatakan, para pendukung Joko Widodo di Selandia Baru secara sukarela mengajak masyarakat Indonesia di negeri itu untuk memilih Joko Widodo-Jusuf Kalla dalam Pemilihan Presiden RI.
Para pendukung Joko Widodo di Auckland itu mengumpulkan tanda tangan dan dana sukarela untuk membantu kampanye pemenangan capres nomor urut 2 itu. Mereka juga mengajak rakyat Indonesia di berbagai belahan dunia untuk menggunakan hak pilihnya. Ajakan itu disampaikan melalui berbagai media sosial seperti akun Twitter @Auckland4Jokowi dan Facebook Auckland4Jokowi.
Jan Ramos Pandia yang juga penggagas acara "Auckland for Joko Widodo" itu mengatakan, masyarakat Indonesia di negeri dekat kutub selatan itu percaya Joko Widodo dan Jusuf Kalla akan membawa Indonesia menjadi lebih baik menuju Indonesia Baru.
Menurut Jan, Joko Widodo membawa sejarah baru dalam perpolitikan Indonesia. Mantan wali kota Solo dan Gubernur DKI Jakarta nonaktif itu ia anggap menjadi bukti bahwa untuk menjadi pemimpin Indonesia tidak harus menggunakan uang, tidak harus ketua partai, dan tidak harus keturunan pejabat.
“Cukup dengan modal jujur, jiwa sederhana, kerja keras, dan mendengar rakyat. Kita harus melihat orang berdasarkan apa yang sudah dikerjakannya, bukan apa yang masih dijanjikannya,” kata Jan yang ingin melihat Indonesia tak melangkah mundur di masa depan.
Ghifari Fajra Ganefianto, 17 tahun, mahasiswa Indonesia di Selandia baru, menganggap Joko Widodo merupakan sosol yang ulet, baik, dan sabar. “Jadi, saya senang. Waktu Jakarta banjir, katanya dia periksa gotnya sendiri kan,” ujar dia.
Sumber : Klik Disini


No comments:
Post a Comment